Postingan

Selagi hangat ...

“Emang besok hari apa sih?”

Saat ini adalah saat di mana, kami keluarga Toyib harus mempersiapkan diri untuk segera kembali ke perantauan. 18 hari sudah kami menikmati kenyamanan mudik ke kampung halaman kami, Indramayu, setelah 2 tahun tidak kembali. Ah waktu sunggu cepat berlalu. Terlalu cepat bahkan, hingga karenanya kamu tidak rela kalau harus cepat kembali. Belum tentu tahun berikutnya kami dapat kembali merasakan mudik, karena mengurus cuti tidak semudah itu. Percakapan kemarin malam melalui telepon genggam dengan Papaku cukup menyadarkanku akan cepatnya waktu berlalu. Papa: “Besok rencananya Papa mau nengokin Teteh.” Aku: “Emang besok hari apa sih?” Papa: “Besok Jumat.” Aku: “Sekarang hari Kamis berarti ya? Cepet pisan ya...” *seraya teringat kalau Selasa depan kami sudah harus pergi menuju Bandara* Mungkin kamu juga sering merasa kalau kini waktu terlalu cepat berlalu. Ketika tidur, pagi begitu cepat menjelang. Ketika siang, sore begitu cepat datang ditandai dengan tanpa terasanya mat...

Antara Aku, Pikiranku dan Sosmedku

Apa kamu sering ‘curhat’ di sosmed? Pastinya. Aku pun begitu, segala yang kurasa tidak sesuai jika dilihat dari sudut pandangku, pasti ingin sekali rasanya ku adukan di sosmed. Meski sebenarnya, seringkali tujuanku untuk menyindir seseorang. Tapi, kini, hal itu tidak ku lakukan, ku urungkan niatku untuk melakukannya. Kenapa? Karena, tiba-tiba sekelebat pikiran datang menghampiriku. Pikiran itu mengatakan: Dengan menuliskannya, pastikah akan sampai kepada siapa yang kamu tuju? Dengan menuliskannya, pastikah pembaca lainnya sepemahaman dengan kamu? Dengan menuliskannya, apakah kamu diuntungkan? Dengan menuliskannya, apakah menjadi solusi pemecahan masalah? Dengan menuliskannya, apakah justru tidak akan memperkeruh suasana? Dengan menuliskannya, apakah tidak akan menimbulkan perdebatan dan merusak tali pertemanan? Dengan menuliskannya, kepuasan apa yang kamu dapatkan? Dari kesemuanya, tidak ada satu pun jawaban bijak yang ku dapat. Dan seketika ku ingat peribahasa...

Bandung, aku rindu

Malam begini, tepat pukul 7 malam, dingin dengan suhu 23 derajat saat itu di Bandung, kupastikan untuk tetap turun. Sedang menuntut ilmu di kota orang kala itu, merasa bosan di kamar kos ukuran 2 x 4 meter, aku turun dari lokasi kos sekitar 15 menit berjalan kaki ke tempat biasa mahasiswa cari makan. Turun? Ya, posisinya cukup tinggi seperti mendaki perbukitan yang dijadikan perumahan. Kupastikan untuk tetap turun demi seporsi Lumpia Basah, Seblak Basah campur Makaroni Basah dengan tingkat kepedasan sedang khas Wa Jutex, begitu julukan pembuatnya. “Bu” “Eh eneng, mau pesan apa?” - dibicarakan dengan bahasa Indonesia, karena aku jarang berbahasa Sunda. “Mau Seblak Basah campur Makaroni Basah.” “Pedesnya?” “Sedeng aja bu.” Ah, Bandung, aku rindu, berat. Malam ini, jangan datangi aku dalam mimpi hai Baso Tusuk Sapi, Telur Gulung, Ketoprak Mang Jay, Bubur Putih Bandung, Kue Cubit, Kue Laba-Laba, dan kawan-kawan lainnya. Sudah cukup ku menanggung beratnya ri...

Tatap mata saya ... !

Gambar
La femme adalah sebutan istri, Le mari adalah sebutan suami, keduanya adalah istilah dalam bahasa Perancis. La femme : “Yang, main tatap-tatapan yuk?!” Le mari : “Yuk!” — beberapa detik kemudian — La femme : “Duh ga kuat, anginnya tuh kaya wes wes wes niup mata.” Le mari : “Yah payah.” La femme : “Yuk mulai lagi!” — satu menit kemudian — La femme : “Beneran ga kuat, anginnya tuh niup-niup mata! Yuk mulai lagi!” — beberapa menit kemudian, setelah tatap-tatapan untuk kelima kalinya — La femme : “Duh pengen kedip! Matanya panas ketiup-tiup angin! Duh pengen keluar air matanya sumpah! Ga kuat!” — satu menit kemudian — I was be like

Percekcokan antara Bapa dan Si Unyil

Pada suatu hari, di siang hari... Satu hari sebelumnya, Si Kaka membawa ‘oleh-oleh’ dari sekolahnya ke rumah. Alhasil, keesokan harinya kami semua terserang batuk-pilek, termasuk Si Unyil. Namun, ada peristiwa menegangkan terjadi pada siang harinya... Bapa: “Ayo Ben, minum obat dulu!” Kaka: *Sambil menggerakkan badannya menuju Bapanya menyambut kegiatan minum obat* Pada saat itu, Emak sedang di kamar dan Si Unyil memiliki kesempatan untuk nimbrung Si Kaka. Pada saat meminumkan obat untuk Si Kaka, peristiwa itu pun terjadi... Unyil: “Eh Eh Eh!”, Unyil berseru sambil menunjuk obat sirup yang diminumkan ke Si Kaka. Bapa: “Agam mau minum obat?” Unyil: “Eh Eh Eh!”, Unyil berseru masih sambil menunjuk obat sirup yang diminumkan ke Si Kaka. Bapa: “Jangan, ini mah buat Kaka. Ga boleh buat Agam.” Unyil: “Eh Eh Eh!”, kali ini Unyil berseru sambil meronta-ronta meminta obat sirup itu. Terjadilah percekcokan antara Bapa dan Si Unyil sepanjang 10 menit itu. Ke ma...

Dilaporkan Langsung dari Kendari

Sebuah ulasan memperingati satu tahun setengah napak tilas di Kendari Saat ini waktu menunjukkan pukul 10.31 WITA pagi. Aku sedang mengajar mata kuliah kemampuan menulis berbahasa Perancis di salah satu universitas ternama di Kendari. Aku sedang mengadakan praktek menulis kepada siswa-siswa, karenanya aku bisa menuliskan ini sambil menunggu hasil tulisan siswa selesai. Yang terbersit pertama kali dalam pikiranku kala itu, 2016, adalah "Seperti apa Kendari? Kota yang letaknya nun jauh di sana, jauh dari Pulau Jawa, sekitar empat jam dari Jakarta via pesawat. Apakah aku bisa? Bertahan hidup di sana?" Ternyata kini sudah kudapatkan jawabannya, atas segala pertanyaan kecemasanku. Kendari tidak berbeda jauh dengan kampungku, Indramayu. Keduanya sama-sama merupakan daerah yang bercuaca panas dan dikelilingi pantai. Hanya memang sedikit lebih panas di sini, dan berdebu sepanjang jalan. Tata kotanya juga belum rapih meski termasuk ke dalam sebuah provinsi besar. Di Ken...

Bedah Kiat-Kiat Tertarik Membaca Buku

Berikut adalah kiat-kiat agar menjadi pribadi yang senang membaca buku, bukan rajin, karena tanpa senang terlebih dulu maka tidak akan timbul rajin. Pahami diri agar kenal dengan tipe buku seperti apa yang menarik untuk dibaca Beli atau minimal pinjam buku tersebut, karena tanpa memilikinya tentu susah untuk dibaca Di atas, baru saja dibahas kiat-kiat agar tertarik membaca buku, yang sebenarnya adalah kiat standar. Everyone can do that with or without those tips . Baru-baru ini aku membaca sebuah buku, meski baru selesai beberapa lembar halaman pada bagian pertama, yang ternyata isinya menarik dan membuat ketagihan untuk dibaca sampai habis. Tahun-tahun terakhir ini memang baru saja ku mulai membaca lagi, setelah tiga novel teenlit Dilan tentunya (baca juga Sebuah testimoni untuk Dilan dariku yang tumbuh di '90 ). Buku berikutnya yang sedang ku baca adalah Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa karya duo Tarigan (Djago Tarigan dan Henry Guntur Tarigan). Sebena...