“Emang besok hari apa sih?”
Saat ini adalah saat di mana, kami keluarga Toyib harus mempersiapkan diri untuk segera kembali ke perantauan. 18 hari sudah kami menikmati kenyamanan mudik ke kampung halaman kami, Indramayu, setelah 2 tahun tidak kembali. Ah waktu sunggu cepat berlalu. Terlalu cepat bahkan, hingga karenanya kamu tidak rela kalau harus cepat kembali. Belum tentu tahun berikutnya kami dapat kembali merasakan mudik, karena mengurus cuti tidak semudah itu. Percakapan kemarin malam melalui telepon genggam dengan Papaku cukup menyadarkanku akan cepatnya waktu berlalu. Papa: “Besok rencananya Papa mau nengokin Teteh.” Aku: “Emang besok hari apa sih?” Papa: “Besok Jumat.” Aku: “Sekarang hari Kamis berarti ya? Cepet pisan ya...” *seraya teringat kalau Selasa depan kami sudah harus pergi menuju Bandara* Mungkin kamu juga sering merasa kalau kini waktu terlalu cepat berlalu. Ketika tidur, pagi begitu cepat menjelang. Ketika siang, sore begitu cepat datang ditandai dengan tanpa terasanya mat...