“Emang besok hari apa sih?”

Saat ini adalah saat di mana, kami keluarga Toyib harus mempersiapkan diri untuk segera kembali ke perantauan. 18 hari sudah kami menikmati kenyamanan mudik ke kampung halaman kami, Indramayu, setelah 2 tahun tidak kembali.

Ah waktu sunggu cepat berlalu. Terlalu cepat bahkan, hingga karenanya kamu tidak rela kalau harus cepat kembali. Belum tentu tahun berikutnya kami dapat kembali merasakan mudik, karena mengurus cuti tidak semudah itu.

Percakapan kemarin malam melalui telepon genggam dengan Papaku cukup menyadarkanku akan cepatnya waktu berlalu.
Papa: “Besok rencananya Papa mau nengokin Teteh.”
Aku: “Emang besok hari apa sih?”
Papa: “Besok Jumat.”
Aku: “Sekarang hari Kamis berarti ya? Cepet pisan ya...” *seraya teringat kalau Selasa depan kami sudah harus pergi menuju Bandara*

Mungkin kamu juga sering merasa kalau kini waktu terlalu cepat berlalu. Ketika tidur, pagi begitu cepat menjelang. Ketika siang, sore begitu cepat datang ditandai dengan tanpa terasanya matahari tenggelam. Beriringan, tanpa terasa aku selalu teringat betapa banyaknya kelalaian yang sudah ku perbuat. Adakah kamu merasa risau dengan cepatnya waktu yang berlalu ini? Aku, ya.

Dikutip dari situs bincangsyariah.com bahwa fenomena seperti ini termasuk di antara tanda-tanda kiamat. Banyak hadis yang menginformasikan fakta ini sebagai tanda-tanda dari kiamat. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:
“Dari Abu Hurairah, Nabi SAW berkata: Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata.” (HR: Ahmad)
Memang, tiada yang mengetahui pasti kapankah terjadinya kiamat selain Allah SWT. Hanya saja, siapa yang tidak takut akan terjadinya hari akhir jika salah satu tandanya saja sudah kita rasakan begitu nyata. والله أعلمُ بالـصـواب

Komentar

Paling menarik

Sebuah testimoni untuk Dilan dariku yang tumbuh di '90 (bagian kedua)

Dilaporkan Langsung dari Kendari